Wiraswasta KPR? Bisa Banget

27 Apr 2015

Puji Tuhan, akhirnya mimpi kami untuk memiliki sebuah rumah terwujud. Walaupun berukuran mungil, tapi rasanya seneng banget bisa memiliki rumah dari hasil jerih payah sendiri. Memang benar, kondisi ‘kepepet’ memang bisa memaksa seseorang untuk mengambil suatu tindakan. Ini sudah kami buktikan. Karena ‘kepepet’ membutuhkan tempat tinggal lantaran sebentar lagi akan ketambahan anggota keluarga baru, akhirnya kami memberanikan diri untuk membeli sebuah rumah.

Setelah memantapkan hati untuk membeli rumah, kami mulai mencari informasi tentang perumahan-perumahan di sekitar tempat usaha, baik lewat internet maupun datang langsung ke lokasi. Ada beberapa kriteria yang kami buat sebagai acuan dalam mencari rumah.

  • Dekat dengan tempat usaha

Ini menjadi syarat utama, supaya kami tidak buang-buang waktu di jalan untuk pergi-pulang ke tempat usaha. Selain lebih hemat waktu, tentunya juga lebih hemat tenaga.

  • Harga tidak lebih dari Rp 500 juta

Ini berkaitan dengan kondisi keuangan. Kami tidak ingin terlalu muluk membeli rumah yang harganya terlalu mahal untuk ukuran keuangan kami, supaya ke depannya tidak memberatkan.

  • Status sertifikat hak milik (SHM)

Dengan mengantongi Sertifikat Hak Milik tentunya kami akan merasa lebih tenang, karena itu artinya kami memiliki hak penuh atas kepemilikan tanah berikut bangunan tanpa batas waktu kepemilikan.

  • Bebas banjir

Lokasi perumahan yang bebas banjir tentunya akan memberi kenyamanan. Jadi tidak perlu cemas bakal kebanjiran dan harus repot mengungsi atau mindah-mindahin perabot.

  • Ada halaman depan dan halaman belakang

Kami ingin rumah kami memiliki halaman depan, syukur-syukur ada halaman belakang, tidak harus yang luas, yang penting ada tempat untuk meletakkan tanaman, sehingga kami bisa ‘bernafas’ tidak merasa sumpek karena melihat bangunan melulu.

  • Rumah siap huni (bukan indent)

Ini kami masukkan dalam kriteria rumah yang kami cari, supaya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa menghuni rumah sekaligus supaya tidak perlu mengejar-mengejar developer agar segera membangun rumah.

  • Tidak menghadap barat

Alasannya sederhana, yakni kami tidak ingin terkena sinar matahari siang maupun sore secara berlebihan, karena selain silau juga membuat rumah menjadi panas. Ini berdasarkan pengalaman kami yang memiliki tempat usaha menghadap barat.

Ternyata proses untuk memiliki sebuah rumah cukup berliku. Ketika menemukan sebuah rumah yang sepertinya sudah cocok dengan keinginan, ada saja yang membuat kami mundur. Misalnya, dilihat dari segi lokasi, kondisi rumah, status kepemilikan, lingkungan sudah oke, eh ternyata harganya terlalu mahal buat kami. Kondisi rumah, lingkungan, dan harga sudah sesuai, ternyata statusnya belum SHM. Harga, kondisi rumah, dan lain-lain sudah memenuhi kriteria, tapi lokasi terlalu jauh. Sampai suatu hari kami melihat sebuah iklan di forum jual beli, yang menawarkan sebuah rumah–walaupun bekas tapi sangat sesuai dengan kriteria yang kami cari– dengan penuh semangat dan keyakinan, kami segera meluncur ke lokasi –yang jaraknya sangat dekat dengan tempat usaha kami—ternyata rumah itu sudah laku. Yah, namanya belum rezeki.

Setelah perburuan yang cukup melelahkan, akhirnya kami menemukan rumah yang mendekati kriteria yang kami cari. Kenapa mendekati? Karena statusnya indent alias belum dibangun. Tapi setelah melihat contoh rumah yang sudah mereka bangun dan membaca informasi tentang ‘rekam jejak’ si developer dalam membangun sejumlah perumahan, akhirnya kami memutuskan untuk membeli rumah di perumahan itu.

Karena kondisi keuangan belum memungkinkan untuk membeli rumah secara tunai, alhasil KPR pun jadi pilihan. Seringkali kami mendengar bahwa akan lebih mudah bagi seorang Pegawai Negeri (PNS) atau karyawan untuk mengajukan permohonan KPR dibanding wiraswasta karena mereka memiliki penghasilan tetap setiap bulannya, sehingga tentunya pihak bank lebih percaya untuk memberikan pinjaman. Namun, berbekal keyakinan bahwa dimana ada kemauan di situ ada jalan, kami mantap mengajukan KPR.

Awalnya kami mengira pihak marketing perumahan akan meminta sejumlah uang sebagai tanda jadi (pengikat), ternyata tidak. Mereka hanya meminta fotokopi KTP kami berdua untuk keperluan BI checking, yakni pemeriksaan riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan non-bank. Setelah dinyatakan lolos BI checking, kami diminta untuk melengkapi berkas-berkas sebagai syarat pengajuan KPR, yaitu

  1. NPWP
  2. Surat nikah
  3. Kartu keluarga
  4. SIUP
  5. SKDU/TDP
  6. Laporan keuangan3 bulan terakhir
  7. Rekening 3 bulan terakhir

Puji Tuhan, dalam waktu kurang dari seminggu, kami berhasil melengkapi semua berkas yang dibutuhkan. Dua minggu kemudian, pihak bank, dalam hal ini BTN, melakukan survey ke tempat usaha. Mereka minta surat pernyataan dari Papa mertua yang menyatakan bahwa misua memang benar anak kandung dan diberi tanggung jawab penuh untuk mengelola usaha. Selain itu, pihak bank juga meminta misua menyerahkan fotokopi buku tabungan atas namanya. Sebelumnya kami hanya menyerahkan 2 fotokopi buku tabungan atas namaku, karena mengira itu sudah cukup. Dengan buku rekening tersebut, pihak bank ingin memeriksa arus keuangan (transaksi) usaha. Kelemahan kami, seringkali kami malas setoran rutin ke bank, karena sering antre. Dari kejadian ini, kami jadi belajar untuk lebih tertib melakukan setoran ke bank, karena ternyata ini penting untuk memberi gambaran tentang kondisi keuangan usaha kami.

Sepertinya pihak bank belum cukup yakin dengan laporan keuangan 3 bulan terakhir yang kami serahkan, sehingga meminta contoh laporan keuangan harian. Mereka ingin memastikan bahwa laporan keuangan tersebut bukan fiktif. Setelah sempat dag dig dug, cemas kalau permohonan KPR kami ditolak, akhirnya seminggu kemudian datang kabar gembira dari marketing perumahan, permohonan KPR kami dikabulkan. Seminggu kemudian kami ke BTN untuk melakukan akad kredit. Wuihhhhhh rasanya lega dan senang. Jadi, bukan hal yang mustahil bagi seorang wiraswasta untuk memiliki rumah melalui KPR, asal… mau ribet menyiapkan berkas-berkas yang diminta bank, lolos BI checking, dan pastinya selalu berdoa minta kelancaran :)


TAGS KPR rumah kredit wiraswasta BI checking pinjaman kredit rumah BTN perumahan SIUP NPWP developer rumah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post