Kala Bumil Flu

28 May 2015

Buatku, terkena flu itu rasanya ngga enak banget. Biasanya flu diawali dengan gejala sakit tenggorokan, sakit kepala, dan badan rasanya meriang. Tidur ngga enak, karena hidung tersumbat, mau makan, eh kerongkongan rasanya sakit buat nelen. Walaupun merasa ‘tersiksa’ karena sakit flu, aku termasuk orang yang anti minum obat flu. Mungkin karena dari kecil, ibuku tidak pernah membiasakan kami anak-anaknya mengonsumsi obat-obatan kimia. Biasanya kami hanya pakai minyak angin, istirahat cukup, dan makan makanan bergizi untuk memulihkan stamina.

Nah, waktu hamil, aku sudah berusaha menjaga kondisi badan supaya tetap fit, eh tapi tetap saja kena flu. Awalnya tenggorokan terasa perih, apalagi kalau buat nelen. Bergelas-gelas air kuminum supaya tidak jadi terserang flu. Mulai dari air putih biasa, air perasan jeruk nipis, jeruk peras, sampai air hangat campur garam sudah kuminum, tapi hasilnya nihil, aku tetap terkena flu. Akhirnya aku memilih untuk banyak istirahat, makan makanan bergizi (perbanyak asupan sayur, buah, dan susu). Jika biasanya jurus ini lumayan ampuh menghalau flu, kali ini tidak cukup mempan. Hidungku tetap meler, bahkan merembet menjadi batuk. Suara pun sempat ‘hilang’.

Waktu kontrol kehamilan, salah satu obat yang diresepkan oleh dokter adalah obat flu untuk 3 hari minum. Walaupun dokter memastikan obat flu itu aman buat kandungan, aku masih ragu-ragu untuk meminumnya. Apalagi selama ini aku jarang banget mengonsumsi obat-obatan produk farmasi, ditambah dengan trauma karena pernah ‘merasa’ mengalami overdosis obat keluaran farmasi. Beda kasus sih, bukan obat flu, tapi antibiotika pasca kuret. Wuih, habis minum antibiotik badan langsung lemes, jantung berdebar-debar, keringat dingin, pusing campur mual. Setelah dosisnya diturunin, tubuhku baru bisa menerima. Aku takut mengalami hal yang sama, sekaligus khawatir kalau obat itu memiliki efek negatif untuk dedek dalam perut.

Akhinya aku bertahan dengan cara tradisional untuk memulihkan ketahanan tubuh. Tetap setia minum bergelas-gelas air hangat, air jeruk nipis, dan air garam. Efeknya, aku jadi beser, bolak-balik kamar mandi, hehehe…..Jurus lainnya dengan memperbanyak istirahat. Tidur siang yang biasanya cuma 1 jam, ditambah jadi 2 jam. Tidur malam pun lebih cepat, tidak lebih dari jam 11 malam. Buat mengusir batuk, aku minum kencur yang diparut, diperas, trus diminum dengan jeruk nipis. Malam sebelum tidur, aku minum susu hangat. Entah karena ketahanan tubuhku sudah membaik atau karena flu sudah bosan menyerangku, setelah hampir seminggu akhirnya sembuh juga. Rasanya lega, karena aku bisa tidur dengan nyenyak dan makan dengan lahap :)


TAGS hamil bumil flu batuk pilek hidung tersumbat dokter obat obat flu farmasi sakit tenggorokan obat batuk


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post