7 Bulanan

7 Jul 2015

Puji Tuhan, usia kehamilanku sudah menginjak 7 bulan. Si Dedek sudah semakin aktif menendang-nendang. Rasanya campur-campur, antara senang dan terharu. Kadang, perut terasa agak keras dan kencang kalau kecapekan. Pernah juga, ngilu di perut bagian bawah. Tapi kata dokter, itu wajar karena Dedek sudah bertambah besar sehingga makin aktif jumpalitan dan nendang-nendang. Masih sering ngga percaya ada kehidupan di dalam rahimku. Luar biasa banget rasanya. 

Sabtu kemarin, kami mengadakan acara doa bersama dalam rangka 7 bulanan atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan ‘mitoni’. Tujuannya untuk mendoakan keselamatan calon ibu dan bayi dalam kandungan. Beberapa minggu sebelum acara 7 bulanan, aku udah mulai kepikiran tentang menu yang mesti disiapin. Hihihihi…naluri emak-emaknya mulai bekerja, ngurusinnya makanan. Maklum, biasanya kalau ada acara-acara di rumah Klaten, yang repot ibu dan kakak-kakakku, sementara aku terima jadi. Berhubung sekarang tinggal jauh dari ibu dan kakak-kakak, jadinya mau ngga mau harus rempong sendiri. Untung misua mau diajak kerja sama.

Akhirnya setelah browsing-browsing info di internet tentang acara 7 bulanan, kami punya gambaran tentang menu yang mau disiapin buat acara itu. Yang pasti, biar ngga ribet, kami memilih untuk memesan nasi box di tempat kenalan. Untuk snack juga mau pesan saja, pengennya kue-kue jajan pasar yang ditempatkan dalam tampah. Awalnya mau nambah makanan tradisional seperti pisang rebus, kacang, ubi, singkong, dan umbi-umbian lainnya. Tapi kok kayanya kurang praktis dan belum tentu kemakan. Sayang kalau malah kebuang. Akhirnya kami skip snack tradisional ini. Untuk rujak, kata mama mertua, mesti calon ibu yang bikin sendiri. Yowes ga masalah, karena kebetulan aku sering bikin rujak. 

Untuk acaranya sendiri, kami tidak akan memakai ritual adat seperti siraman, dll. Yang simpel saja, cukup doa bersama, mengundang orang-orang lingkungan. Diperkirakan yang akan datang sebanyak 50 orang. Oke, akhirnya aku pesan nasi box sebanyak 80 orang untuk mengantisipi ‘lonjakan’ tamu. Menunya sederhana, nasi, urap, ayam goreng, tahu bacem, bakmi goreng, sambal, lalapan, dan peyek teri. Jajan pasarnya, kami pesan lemper isi ayam, bitterballen isi sosis, risoles daging asap, pie buah, dan dadar gulung pisang coklat. Semua jajan pasar ini dibuat dalam ukuran mini dan ditempatkan di tampah yang dihias daun. Untuk kletik-kletiknya, kami pesan keripik singkong. 

Misua usul supaya rujak dibuat sehari sebelumnya, supaya aku tidak terlalu capek saat hari H-nya. Alhasil, Jumat pagi aku dan mba Nani—yg bantuin di rumah– pergi ke pasar belanja buah untuk membuat rujak. Menurut tradisi, jumlah buah yang digunakan untuk rujak harus 7 macam. Untungnya nemu 1 orang tukang buah di pasar yang menyediakan buah-buahan khusus untuk acara 7 bulanan. Di situ kami membeli mangga, kedondong, bengkoang, jeruk bali ukuran lumayan besar, dan nanas ukuran besar. Rencananya kami juga akan menggunakan jambu air dan delima untuk melengkapi rujak. Untuk jambu air, sudah ada sumbangan dari tetangga yang memiliki pohon jambu di rumahnya. Lumayan, bisa lebih irit. Hihihihi. Sementara, delima susah banget nyarinya. Mba Nani udah ngubek-ngubek seantero pasar Cibinong, tapi ngga nemu. Kami juga udah nyari ke supermarket-supermarket, tetap ngga nemu. Aku pikir, ya sudah diganti jambu biji saja kalau memang ngga nemu delima. Puji Tuhan, ternyata ada tetangga mba Nani yang punya pohon delima dan kebetulan sedang berbuah. Asyik, dapat gratisan lagi. 

Sampai di rumah, kami langsung eksekusi buah-buahan itu. Awalnya mba Nani usul bikin rujaknya besok siang (pas hari H) saja. Berhubung ingat pesan misua supaya ngga cape-cape, aku putusin untuk tetap bikin rujak hari itu. Ternyata tidak segampang yang kami bayangkan. Kami pikir bakal selesai cepat, tapi ternyata cukup menguras waktu dan tenaga. Mulai dari mengupas, mencuci, nyerut, dan ngulek bumbu. Biasanya cuma bikin rujak buat 4-5 orang. Ini bikin rujak buat 50 orang. Alamak, pegel juga nih tangan. 

Buat yang mau ngadain acara 7 bulanan atau acara apapun dan berencana menyajikan rujak, ini gambaran resep dan biaya yang dibutuhkan.

Bahan

2 kg mangga

2 kg kedondong

1 1/2 kg kedondong

2 buah nanas ukuran besar

1 kg jambu air

1 buah jeruk bali, ukuran besar

3 buah delima

250 gram kacang tanah, goreng

1 1/2 kg gula merah, sisir

7 sdt garam

20 buah cabai campur (cabai merah keriting dan rawit pedas)

5 bungkus terasi, goreng (aku pakai terasi sachet kecil)

8 sdt air asam jawa

Cara membuat

1. Kupas, cuci, dan serut buah. Pipil delima. Kupas jeruk bali, ambil daging buahnya saja. 

2. Ulek cabai, garam, dan terasi.

3. Ulek juga kacang tanah dan gula merah. Siram dengan air asam jawa.

4. Campur bumbu dengan buah, aduk rata.

Kemudian rujak ini kami tempatkan dalam cup-cup kecil.

Budget Rp 200.000

Oh ya sekadar gambaran biaya buat yang berencana ngadain acara 7 bulanan juga, untuk nasi kotak, biaya per box-nya Rp 18.000. Nasi box tersebut kami tempatkan dalam goody bag, sehingga selain terlihat ‘manis’ juga praktis ditenteng pulang. Kue-kue tampah harganya Rp 200.000/tampah. Isinya sekitar 100 kue per tampah. Jangan lupa untuk menganggarkan biaya lain-lain, seperti untuk membeli air mineral, tissu, kantong kresek, cup, dan sendok plastik. 

Pas hari H, misua dengan senang hati jadi seksi sibuk. Bersih-bersih rumah, mondar-mandir beli air mineral, ambil pesanan nasi box, dan kue tampah, meskipun harus berkali-kali terjebak macet. Senangnya acara 7 bulanan berjalan dengan lancar. Jumlah tamu yang datang ternyata lebih banyak dari perkiraan, makanan pun ludes. Puji Tuhan, banyak yang doain. Semoga semuanya lancar, amin.

 

 

 

 

 

 


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post