• 4

    Sep

    Nikah & Puyeng (4)

    Hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Hohohoo…..akhirnya setelah semalaman susah tidur, kepikiran ini itu. Pagi-pagi harus meluncur ke Oka salon untuk make up. Kesepakatan dengan Cici di Salon Oka jam 04.00 pagi sudah harus eksis di salon. Wowwww….pagi banget euy. Berhubung harus menunggu ibu, kakak, saudara, penerima tamu yang mau dirias, jadinya molor. Sampai di salon baru pk 04.30. Maaf ya Ci! “Wowww…mukamu kenapa Rie? Kok jadi belang-belang trus bekas bentol gini?” tiba-tiba Ci Alin yang mau bersihin mukaku kaget. “Efek kepanasan Ci, jadi pada nglupas sama bentol-bentol. Pengaruh stres juga kayanya,” jawabku sambil meringis cemas. Waduh, gimana nih kalau ngga bisa disamarin pakai make-up. Peristiwa penting sekali seumur hidup masak tampil
  • 13

    Aug

    Nikah & Puyeng (3)

    undangan (depan) Seminggu kemudian, kami kembali menghadap Kanjeng Romo dengan perasaan dag-dig-dug. Begitu sampai di pastoran, ternyata Romo lagi siap2 mau pergi. Sambil lalu Romo bilang kalau permohonan kami untuk menikah dikabulkan. Romo sempat tanya kenapa kami ngga mau nikah di Gereja saja, kenapa harus di Kapel? Putro coba kasih penjelasan kalau Oma-nya sudah sepuh jadi kakinya sering sakit kalau jalan jauh. Maklum memang dari jalan depan ke Gereja lumayan jauh ditambah dengan medan yang terjal (wuihhh….biar ekstrim). Setelah mengantongi restu dari Romo, kami langsung tancap gas, pesan undangan, suvenir, hubungi suster untuk pinjam kapel, dll. Harus serba ngebut. Apakah semuanya lancar? Oh tidakkkkk……untuk urusan undangan, kami harus revisi 5x. Ceritanya gini,
  • 11

    Jul

    Nikah & Puyeng (2)

    Beberapa kali kami ketemuan dengan Afida untuk ngobrolin konsep dan paket pernikahan yang mau diambil. Selain catering, Afida juga menawarkan paket pernikahan yang terhitung komplet, seperti dekorasi, make up, dokumentasi, pengisi acara (organ tunggal), dan MC. Mereka juga yang menghubungi pihak Gema Pesona untuk booking tempat. Kami pesan menu catering, dekorasi, dan organ tunggal acara dari Afida. Selebihnya kami meminta bantuan kenalan, lumayan biar lebih irit, hehehehe….. Gereja dan tanggal Awalnya kami pengen menerima pemberkatan di Katedral Bogor. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, jaraknya jauh dari Gema Pesona. Ya sudah, batal. Pilihan paling logis adalah di Depok. Kami mulai survey di beberapa Gereja. Sama seperti waktu menentukan venue pernikahan, penentuan Gereja ini juga
  • 9

    Jul

    Nikah & Puyeng

    Kalau orang bilang, persiapan pernikahan itu ribet bin memusingkan, aku setuju banget!!! Bukan tanpa sebab, karena memang banyak kejadian—yang seru untuk diceritakan tapi nelangsa banget waktu dijalani— yang aku alami menjelang hari H pernikahan. Sebenarnya rencana menikah sudah aku obrolin dengan Putro jauh-jauh hari. Kami pengen pernikahan kami menjadi satu hal yang berkesan dalam perjalanan cinta kami (cieeee), sehingga harus dipersiapkan matang-matang. Lamaran Kami sepakat untuk mengadakan acara lamaran bulan Oktober 2012, dengan alasan supaya setahun kemudian kami bisa menikah tepat pada saat bulan Maria (wuihhhh religius ya, kikikiki). Beberapa hari sebelum lamaran, aku pulang duluan ke Klaten naik kereta, Putro dan orang tuanya naik mobil. Di luar dugaan, ternyata
  • 9

    Jan

    Serunya Rafting di Citarik

    Yuhuyyyyy…acara tahun baruan kali ini seru..pake banget pula..hihihihi….(telat banget, Januari udah hampir habis, baru posting acara tahun baruan). Kenapa??? Karena tahun ini aku ikutan ngumpul-ngumpul dengan keluarga besarnya Putro, pacarku (ehm). Udah, gitu doang? Ya enggalah..selain kumpul-kumpul, yang bikin seru karena kita juga rafting alias arung jeram. Ini adalah pengalaman raftingku yang kedua. Pertama, waktu masih di Yogya, dapat undangan rafting dari salah satu provider telekomunikasi. Waktu itu raftingnya di kali Elo, Magelang. Udah gratis, pulangnya dapat doorprize DVD player. Asyikkk…(kumat noraknya :p ). Nah rafting yang kedua barengan keluarga besarnya si pacar di Citarik, Cikidang, Sukabumi. Awalnya sih masih belagak sok berani gitu. Ketawa-ketiwi. Begi
  • 26

    Aug

    Ikan Bakar Bambu & Sup Ikan, Joss Tenan

    Gara-gara obrolan iseng di sela-sela rapat soal tempat makan yang oke, aku jadi penasaran pengen nyobain menu ikan bakar bambu Kalimantan di Cimanggis yang diceritakan teman pemasaran. Katanya sih rumah makannya rameee banget sampai waiting list. Wuih sampai segitunya kah? Waktu aku cerita ke pacarku soal ikan bakar bambu Cimanggis, eh ternyata dia sudah tahu duluan. Katanya memang ruameee (saking ramenya :p ). Akhirnya kita sepakat (udah kaya rapat aja :p) ke sana hari Sabtu (13/8). Nah, biar ga antre, kita booking tempat dan pesan menu dari hari Rabu. Hahahaha niat banget ya. Sabtu sore meluncurlah kami ke sana (aku, pacarku beserta keluarganya). Oh ya nih sekadar info buat yang pengen ke pondok ikan bakar ini, kalau dari arah Jakarta masuk ke tol Jagorawi, keluar tol Cimanggis, letakn
  • 24

    May

    Kenangan Warung Tenda

    Sewaktu masih di Yogyakarta (sekitar 3 tahun lalu) aku punya beberapa tempat favorit untuk makan, khususnya makan malam. Kebetulan di sekitar kosku, di daerah Babarsari banyak terdapat warung tenda yang berderet di sepanjang trotoar. Salah satu tempat favorit untuk makan yaitu warung makan Pak Dhok-Dhok yang menyediakan beberapa jenis makanan, yaitu capcay, nasi goreng, kwetiaw, bihun, dan fuyunghay. Warung makan ini terletak di belakang kosku, di dekat sawah-sawah Kledokan. Warungnya sangat sederhana, hanya ada 2 meja dengan 4 kursi panjang yang berhadapan. Sisi kiri kanan warung ditutupi dengan spanduk yang berfungsi untuk dinding. Waktu itu Pak Dhok-Dhok masih menggunakan petromax untuk penerangan. Kadang kalau lagi makan, petromax mati karena kehabisan bahan bakar. Alhasil warung jadi
  • 2

    Nov

    'Hobi' Nyasar

    bingung arah (ist.) Saya termasuk orang yang payah untuk urusan membaca peta atau mengingat-ingat arah. Maka tak heran jika sering nyasar. Kebiasaan nyasar sering saya alami saat harus liputan. Suatu hari, awal-awal tinggal di Ibukota, saya pergi liputan dengan naik bus TransJakarta. Kantor lama saya letaknya dekat dengan Halte Busway Buncit. Begitu turun dari bus TransJakarta, saya kelabakan cari kantor saya. Dengan terbengong-bengong saya melihat deretan gedung di dekat saya, sambil bertanya-tanya dalam hati,“Gedung-gedung tetangga kok beda ya, ngga kaya biasanya. Haduh, jangan-jangan saya salah jalan, eh tapi ini kan bener halte Buncit.” Di tengah pergolakan batin (halah) saya putuskan untuk membeli air mineral di pinggir jalan, itung-itung sambil nyari waktu buat mik
  • 24

    Nov

    Kenangan di Kos Rimba Part 1

    atas ki-ka: nila, nandut; bawah ki-ka: vela, arie Kos rimba, demikian kami biasa menyebut kos kami. Sebuah kos dengan halaman luas, ditumbuhi aneka pepohonan. Beberapa mobil kuno dan motor gede dengan gagah nampang di halaman kos. Buat yang pertama kali menjejakkan langkah ke kos kami, komentar yang muncul ’seram’. Meskipun mungkin buat orang lain kos itu terkesan menyeramkan, tapi tidak buat kami para penghuninya. Bagi kami kos rimba adalah sarang yang nyaman, lengkap dengan suka dukanya. Sebagai salah seorang mantan penghuni kos rimba, seringkali aku terkenang dengan suasana kos itu. Aku merindukan saat-saat kumpul-kumpul sore hari di depan salah satu kamar temen kos, sambil ngrumpi dan ndulat-ndulit sambel rujak (yang kadang emang cuma tinggal sambel, krn buahnya sudah ta
  • 19

    Oct

    Sluman...Slumun...Slamet

    Jumat sore, 16 Okt lalu, aku lagi konsultasi dengan seorang dokter di sebuah klinik di bilangan Semanggi. Klinik ini berada di lantai 7. Waktu lagi asyik ngobrol dengan sang dokter, tiba-tiba aku mendengar suara kemresek (apa ya bahasa Indonesia yang tepat buat kata ini..) dari arah jendela ruang praktik dokter. Spontan aku menoleh ke sumber suara. Dalam hati aku mbatin, ” Wealah klinik apik kok ono tikuse,”. Aku pikir suara berisik itu berasal dari tikus2 yang tengah asyik berkejaran (mentang2 di rumahku ada tikus trus digebyah uyah..hihihi). Terlihat tirai jendela yang terbuat dari bahan plastik bergerak2, owalah ternyata itu toh, sumber suara berisiknya. Kemudian dokter dengan mimik muka yang terlihat agak cemas bertanya padaku,”Gempa ya?” “Masak iya s
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post