• 15

    Nov

    Tes TORCH

    tes darah (uabnews) Sekitar 40 hari pasca kuret, bertepatan dengan periode menstruasi, aku kembali periksa ke dokter. Agak bingung juga kenapa mesti kontrol saat menstruasi. Aku izin pulang cepet dari kantor, mesti buru-buru soalnya hari itu mesti ‘ngejar’ dr. Har yg praktik di RS Family Medical Center (FMC) Bogor. Siangnya Putro udah telepon rumah sakit untuk memastikan kalau dr Har praktik. Kebetulan sore itu hujan deres. Begitu sampai di sana, ternyata hari itu dr Har ngga praktik. Disaranin balik lagi besok paginya jam 08.00. Waduh, padahal jam 09.00, ada janji mau ketemu penulis. Pilihan lainnya, kontrol ke RS Bina Husada, karena besok sore dr Har praktik di sana. Akhirnya kita milih alternatif yang kedua. Rasa penasaranku terjawab, ternyata alasan dr Har memintaku u
  • 4

    Oct

    Kado itu Hilang.....

    “Pa, mau kado apa buat ulang tahun nanti,” tanya kami berkali-kali ke Papa mertua yang berulang tahun pada tanggal 12 Agustus. Jawaban yang dilontarkan Papa selalu sama. Engga, lagi ngga pengen apa-apa. Setelah didesak dengan pertanyaan sama berulangkali, akhirnya Papa jawab mau kado buku saja, ambil dari toko. Ya sudah, simpel. Walaupun Papa bilang lagi ngga pengen kado apa-apa, rasanya pengen deh sesekali kasih kado spesial buat Papa. Mungkin Tuhan juga ingin memberikan kado istimewa buat Papa di ulang tahun kali ini. Bersamaan dengan hari ulang tahun Papa, ternyata aku positif hamil. Waktu kami kasih tahu Papa kalau aku hamil, Papa terlihat sangat senang. “Arie, jangan jemurin baju atau ngranggeh-ngranggeh (meraih sesuatu di tempat tinggi), jangan makan daun pepa
  • 27

    Sep

    'Ngidam' Rebung

    sayur rebung Sudah berminggu-minggu aku pengen makan sayur rebung alias bambu muda. Saking pengennya sampai kaya orang ngidam. Maklum, wong ndeso, jadi lidahnya kangen dengan makanan-makanan ndeso, seperti rebung. Tiap kali Mba Nani ke pasar, pasti aku pesen, jangan lupa beli rebung kalau ada yang jual. Berhari-hari Mba Nani berburu rebung, tapi hasilnya nihil. Hingga kemarin pagi, Mba Nani pulang dengan menenteng rebung. “Mba, saya dapet rebung nih. Muter-muter pasar, akhirnya nemu. Cuma satu-satunya lho mba yang jual rebung,” kata Mba Nani melaporkan hasil perburuannya dengan nada bangga. “Wuih….akhirnya nemu juga ya mba. Kesampaian nih makan sayur rebung. Tolong simpan kulkas dulu ya Mba,” kataku. Sudah terbayang kelezatan sayur rebung yang kriuk-kr
  • 4

    Sep

    Nikah & Puyeng (4)

    Hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Hohohoo…..akhirnya setelah semalaman susah tidur, kepikiran ini itu. Pagi-pagi harus meluncur ke Oka salon untuk make up. Kesepakatan dengan Cici di Salon Oka jam 04.00 pagi sudah harus eksis di salon. Wowwww….pagi banget euy. Berhubung harus menunggu ibu, kakak, saudara, penerima tamu yang mau dirias, jadinya molor. Sampai di salon baru pk 04.30. Maaf ya Ci! “Wowww…mukamu kenapa Rie? Kok jadi belang-belang trus bekas bentol gini?” tiba-tiba Ci Alin yang mau bersihin mukaku kaget. “Efek kepanasan Ci, jadi pada nglupas sama bentol-bentol. Pengaruh stres juga kayanya,” jawabku sambil meringis cemas. Waduh, gimana nih kalau ngga bisa disamarin pakai make-up. Peristiwa penting sekali seumur hidup masak tampil
  • 13

    Aug

    Nikah & Puyeng (3)

    undangan (depan) Seminggu kemudian, kami kembali menghadap Kanjeng Romo dengan perasaan dag-dig-dug. Begitu sampai di pastoran, ternyata Romo lagi siap2 mau pergi. Sambil lalu Romo bilang kalau permohonan kami untuk menikah dikabulkan. Romo sempat tanya kenapa kami ngga mau nikah di Gereja saja, kenapa harus di Kapel? Putro coba kasih penjelasan kalau Oma-nya sudah sepuh jadi kakinya sering sakit kalau jalan jauh. Maklum memang dari jalan depan ke Gereja lumayan jauh ditambah dengan medan yang terjal (wuihhh….biar ekstrim). Setelah mengantongi restu dari Romo, kami langsung tancap gas, pesan undangan, suvenir, hubungi suster untuk pinjam kapel, dll. Harus serba ngebut. Apakah semuanya lancar? Oh tidakkkkk……untuk urusan undangan, kami harus revisi 5x. Ceritanya gini,
  • 11

    Jul

    Nikah & Puyeng (2)

    Beberapa kali kami ketemuan dengan Afida untuk ngobrolin konsep dan paket pernikahan yang mau diambil. Selain catering, Afida juga menawarkan paket pernikahan yang terhitung komplet, seperti dekorasi, make up, dokumentasi, pengisi acara (organ tunggal), dan MC. Mereka juga yang menghubungi pihak Gema Pesona untuk booking tempat. Kami pesan menu catering, dekorasi, dan organ tunggal acara dari Afida. Selebihnya kami meminta bantuan kenalan, lumayan biar lebih irit, hehehehe….. Gereja dan tanggal Awalnya kami pengen menerima pemberkatan di Katedral Bogor. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, jaraknya jauh dari Gema Pesona. Ya sudah, batal. Pilihan paling logis adalah di Depok. Kami mulai survey di beberapa Gereja. Sama seperti waktu menentukan venue pernikahan, penentuan Gereja ini juga
  • 9

    Jul

    Nikah & Puyeng

    Kalau orang bilang, persiapan pernikahan itu ribet bin memusingkan, aku setuju banget!!! Bukan tanpa sebab, karena memang banyak kejadian—yang seru untuk diceritakan tapi nelangsa banget waktu dijalani— yang aku alami menjelang hari H pernikahan. Sebenarnya rencana menikah sudah aku obrolin dengan Putro jauh-jauh hari. Kami pengen pernikahan kami menjadi satu hal yang berkesan dalam perjalanan cinta kami (cieeee), sehingga harus dipersiapkan matang-matang. Lamaran Kami sepakat untuk mengadakan acara lamaran bulan Oktober 2012, dengan alasan supaya setahun kemudian kami bisa menikah tepat pada saat bulan Maria (wuihhhh religius ya, kikikiki). Beberapa hari sebelum lamaran, aku pulang duluan ke Klaten naik kereta, Putro dan orang tuanya naik mobil. Di luar dugaan, ternyata
  • 19

    Apr

    Out

    Out (Bebas) Horeeeeeeeee…akhirnya buku pesananku datang!!! Setelah beberapa hari aku panas dingin menunggu kedatangan buku berjudul Out (Bebas), akhirnya buku tersebut datang juga. Buku karangan Natsuo Kirino ini istimewa karena secara khusus kupesan untuk mengganti buku temanku yang rusak waktu kupinjam. Ceritanya gini… Suatu hari, waktu pulang kerja, hujan derassss bgt. Aku lupa kalau di dalam tas, ada buku kesayangan teman yang sedang kupinjam. Saat itu perhatianku hanya terarah pada jalanan yang terendam banjir, karena takut kalau terperosok ke dalam lubang yang tertutup air. Sampai rumah, aku keluarkan semua isi tas. Deng…deng…deng, seisi tasku basah kuyup. Satu hal yang membuatku langsung berteriak histeris, karena melihat buku setebal 500-an halaman
  • 27

    Mar

    Si 'Item'

    Alfa Mungil, bulu hitam, kaki kurus, ekor lebat mekar seperti kalkun. Begitu ada suara agak keras dia langsung panik, ekornya dijepit di sela-sela kaki, lalu badannya muter-muter seperti gangsing. Penakut! Itulah kesan pertama yang aku tangkap ketika pertama kali melihat Alfa, anjing peliharaan keluarga pacarku. Setelah beberapa waktu mengenal Alfa, aku mulai merasa dekat dengannya. Ternyata di balik sifat penakutnya, ada beberapa tingkah konyolnya yang menggelikan. Anjing campuran pomerian ini senang sekali melihat ransel merah. Tentunya bukan sembarang ransel merah. Ransel favoritnya adalah ransel yang sering dipakai untuk menggendongnya saat jalan-jalan naik motor. Kalau melihat seseorang menggendong ransel merah, si ‘item’ akan girang bukan kepalang, ekor dikibas-kiba
  • 26

    Mar

    Makanan 'Aneh'

    “Apaan tuh, Rie?,” tanya seorang teman sambil mengerutkan dahi, saat kami sedang berbelanja di sebuah supermarket. “Genjer buat tumis,” jawabku singkat. Lain waktu, kami kembali berbelanja bersama. Kali ini aku mengambil kecipir di deretan sayur-sayuran. “Itu dimasak apa, Rie?” tanyanya lagi. “Kecipir mau dimasak pecel. Enak lho, murah lagi!” jawabku udah kaya berpromosi. Ketika melihatku meraih daun kucai, lagi-lagi dia kepo. “Emang enak apa, Rie?” “Ini makanya mau dicoba, hehehe…” sahutku asal. Satu lagi makanan yang menurut teman-temanku rasanya aneh plus uaseeem (saking asemnya), tapi justru aku menikmatinya adalah buah kemang. Ya…memang aku suka mencoba-coba makanan yang belum pernah kumakan,

Author

Follow Me

Search

Recent Post